Indeks Sumber Daya Penghidupan Petani Kopi Hutan Kemasyarakatan (HKM) di Kabupaten Rejang Lebong

Penulis

  • Naufal Rafli Ramadhan 3Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Jl.WR Supratman,Kandang Limun,Muara Bangkahulu,Kota Bengkulu,Bengkulu, Indonesia
  • Indra Cahyadinata 3Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Jl.WR Supratman,Kandang Limun,Muara Bangkahulu,Kota Bengkulu,Bengkulu, Indonesia
  • Bembi Akbar Serawai 3Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Jl.WR Supratman,Kandang Limun,Muara Bangkahulu,Kota Bengkulu,Bengkulu 4Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia
  • Leo Rio Ependi Malau 4Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia

Kata Kunci:

gapoktan, indeks aset penghidupan, penghidupan berkelanjutan, petani kopi

Abstrak

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) kopi di Kabupaten Rejang Lebong memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan produksi, memperkuat posisi tawar, serta meningkatkan akses petani terhadap sumber daya dan pasar. Meskipun demikian, perbedaan kepemilikan dan pemanfaatan aset antar anggota Gapoktan berpotensi memengaruhi keberlanjutan penghidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai Livelihood Asset Index (LAI) petani kopi dalam Gapoktan berdasarkan pendekatan sustainable livelihood. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengukuran skala Likert untuk membentuk indeks lima modal penghidupan, yaitu modal alam, fisik, finansial, manusia, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan nilai total LAI sebesar 0,50 yang termasuk kategori sedang. Modal alam memiliki nilai tertinggi (0,61), diikuti finansial (0,58), sosial (0,48), fisik (0,47), dan manusia (0,39). Seluruh modal berada pada kategori sedang (0,34–0,66), namun terdapat ketimpangan antar aset. Nilai modal manusia yang relatif lebih rendah menunjukkan keterbatasan kapasitas adaptif petani. Disimpulkan bahwa keberlanjutan penghidupan anggota Gapoktan kopi berada pada tingkat sedang dan memerlukan penguatan modal manusia serta fisik untuk meningkatkan ketahanan jangka panjang.

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Akar Foundation. (2022). Laporan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa hutan di Bengkulu. Bengkulu: Akar Foundation.

Al Islami, I. L., Puryantoro, P., & Mayangsari, A. (2024). Analisis keberlanjutan usahatani kopi organik di Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian, 9(3), 258-273.

Arham, A. (2024). Konstruksi pengetahuan petani kopi tentang perubahan iklim dan status kerentanan mereka pada perubahan lansekap lokal desa (Disertasi doktoral, Universitas Hasanuddin).

Arsa, N. (2024). Dinamika peran gender dalam pengelolaan lahan kopi skema hutan kemasyarakatan (Studi kasus petani kopi di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan) (Disertasi doktoral, Universitas Hasanuddin).

Badan Pusat Statistik. 2023. Statistik Perkebunan Rakyat Indonesia. Jakarta: BPS.

Baihaqi, A., Kesuma, T. M., & Hamid, A. H. (2025). Literasi Keuangan dan Pembangunan Perdesaan: Analisis Komparatif Petani Padi dan Kopi di Provinsi Aceh, Indonesia. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 20(2), 139-154.

Bappeda Kabupaten Rejang Lebong. (2023). Profil Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2023. Curup: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rejang Lebong.

Bless, A. G. A. (2022). PENGARUH MODAL MANUSIA, MODAL ALAM, MODAL SOSIAL, MODAL KEUANGAN, MODAL FISIK PADA PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN PT NABIRE BARU PAPUA.

Budiandrian, B., Jaetuloh, A., & Dinar, P. A. K. (2022). Dinamika tata kelola hutan: Potret penerapan kebijakan reforma agraria dan perhutanan sosial di Taman Nasional Kerinci Seblat. Jurnal Agrimanex, 3(1), 61–77.

Chambers, R., & Conway, G. (1991). Sustainable rural livelihoods: Practical concepts for the 21st century (IDS Discussion Paper 296). Institute of Development Studies.

Citra, P. N. (2024). PENGARUH MODAL FISIK, MODAL MANUSIA, DAN TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DI PROVINSI LAMPUNG.

Danial, M. I. R. A., Putra, R. P., Ramli, H., & Annisa, I. W. R. (2025). Penyuluhan perhutanan sosial pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Kabupaten Gorontalo. Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 69–74.

Department for International Development (DFID). (1999). Sustainable livelihoods guidance sheets. London: DFID.

Dewi, I. N., Andayani, W., & Suryanto, P. (2018). Karakteristik petani dan kontribusi hutan kemasyarakatan (HKm) terhadap pendapatan petani di Kulon Progo. Jurnal Ilmu Kehutanan, 12(1), 86–98.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu. (2023). Statistik perkebunan kopi Provinsi Bengkulu Tahun 2023. Bengkulu: Dinas TPHP Provinsi Bengkulu.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2023. Statistik Perkebunan Indonesia: Kopi 2022–2024. Jakarta: Ditjenbun.

Dwi, A. (2025). ANALISIS PERAN MODAL SOSIAL DALAM KESENJANGAN PENDAPATAN PETANI KOPI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Desa Kenali Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat) (Doctoral dissertation, UIN RADEN INTAN LAMPUNG).

Ermawati, T., Dalmiyatun, T., & Prayoga, K. (2021). Pengaruh modal sosial terhadap keberlanjutan gapoktan ngudi rukun di Kabupaten Wonogiri. Jambura Agribusiness Journal, 3(1), 1-14.

Gujarati, D. N. (2012). Dasar-dasar ekonometrika (Edisi ke-5). Salemba Empat.

Gunawan, H., & Afriyanti, D. (2019). Potensi perhutanan sosial dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam restorasi gambut. Jurnal Ilmu Kehutanan, 13(2), 227–236.

Harahap, L. L. (2022). Pengaruh Faktor Modaldan Sumber Daya Manusia (Sdm) Terhadap Pendapatan Petani Kopi Di Desa Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole. Jurnal Misi, 5(2).

Iskandar, J., Iskandar, B. S., & Partasasmita, R. (2017). Agroforestry system of local communities in a buffer zone of a tropical forest in West Java, Indonesia. Biodiversitas, 18(1), 400–408.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2023. Laporan Kinerja Pembangunan Perkebunan. Jakarta: Kementan RI.

Makmur, N. (2022). Pengaruh Modal, Skill Dan Luas Lahan Terhadap Pendapatan Petani Padi Di Desa Paya Dua Kecamatan Peudawa (Doctoral dissertation, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI LANGSA).

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Qualitative data analysis: A sourcebook of new methods (2nd ed.). Sage Publications.

Mulyani, A. (2019). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kopi robusta terhadap peningkatan pendapatan ekonomi dalam perspektif ekonomi Islam (Disertasi doktoral, UIN Raden Intan Lampung).

Nasution, Z., et al. 2021. “Penguatan Kelembagaan dan Daya Saing Kopi Gayo.” Jurnal Agribisnis Indonesia.

Pasaribu, L. M., & Dewi, N. L. P. K. (2025). Pengaruh tata kelola kelembagaan dan usaha terhadap efektivitas pengelolaan hutan melalui kinerja KTH di Perhutanan Sosial Glagalinggah, Kintamani, Bali. Journal Science Innovation and Technology (SINTECH), 5(2), 63–72.

Pratama, R., & Sari, D. 2022. “Analisis Rantai Nilai Kopi Arabika di Rejang Lebong.” Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian.

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. 2022. Laporan Tahunan Inovasi Teknologi Kopi. Jember: Puslitkoka.

Putra, A. R., & Suprianto, E. (2020). Analisis keberlanjutan penghidupan rumah tangga petani di kawasan rawan bencana. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 4(3), 560–571.

Putra, D. F., & Suprianto, A. (2020). Analisis strategi penghidupan petani kopi Desa Medowo menggunakan pendekatan sustainable livelihood. Jurnal Penelitian dan Ilmu Geografi, 4(2), 130–141.

Rahman, H., Herwanti, S., & Rudianto, D. (2018). Analisis konflik tenurial kawasan hutan lindung di Provinsi Bengkulu. Jurnal Sylva Lestari, 6(3), 47–56.

Sanjaya, R., Wulandari, C., & Herwanti, S. (2017). Evaluasi pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm). Jurnal Sylva Lestari, 5(2), 30–42.

Sari, Y., Senoaji, G., & Suhartoyo, H. (2019). Efektivitas program perhutanan sosial dalam bentuk HKm di Kabupaten Kepahiang. Naturalis, 8(1), 87–98.

Scoones, I. (2015). Sustainable livelihoods and rural development. Practical Action Publishing.

Senoaji, G., & Khairiah, K. (2017). Pola pemanfaatan lahan dan pengelolaan agroforestri di sekitar hutan lindung Bukit Daun, Bengkulu. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 14(2), 123–134.

Siburian, R., & Imron, M. (2021). Dari hutan sampai laut: Mendorong pengelolaan berbasis masyarakat lokal. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suryani, T., & Hidayat, R. (2019). Kerentanan petani terhadap perubahan iklim dalam perspektif penghidupan berkelanjutan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(2), 112–124.

Wibisono, G., Syam, S., & Puspitasari, L. (2025). Perhutanan sosial sebagai solusi tenurial dan ekonomi. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 6(3), 3893–3898.

Widiono, S., Salampessy, Y. A., Purnomo, H., Mardiyaningsih, D. I., & Maryudi, A. (2024). Livelihood diversity of rural communities in forest and non-forest regions: Evidence from Indonesia. Forest and Society, 8(1), 60–79.

Wijayanti, A. R. Y., & Arafat, A. (2022). Pola adaptasi masyarakat dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm). Jurnal Hutan Masyarakat, 14(2).

Wulandari, S., & Darmawan, R. (2021). Pendekatan livelihood dalam pembangunan pedesaan berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 2(1), 45–58.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-10

Cara Mengutip

Ramadhan, N. R., Cahyadinata, I., Serawai, B. A., & Malau, L. R. E. (2026). Indeks Sumber Daya Penghidupan Petani Kopi Hutan Kemasyarakatan (HKM) di Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension, 7(1). Diambil dari https://journal-faperta.unsika.ac.id/index.php/agrimanex/article/view/13617

Terbitan

Bagian

Volume 7 No 1

Citation Check

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama