Pertumbuhan dan Hasil Varietas Kedelai (Glycine max(L.) Merrill) Akibat Pemberian Pupuk Organik (Eichornia crassipes (Mart), Solm)
Abstrak
upaya untuk meningkatkan hasil kedelai adalah dengan penggunaan varietas yang sesuai dengan lokasi tertentu dan kombinasi dengan bahan organik yang bersumber dari tanaman eceng gondok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adaptasi pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kedelai (Eichornia crassipes (Mart), pada penambahan kompos eceng gondok . Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah varietas kedelai (V1 = Baluran, V2 = Anjasmoro, V3 = Kipas Merah). Faktor kedua adalah dosis kompos eceng gondok (terdiri dari 3 level: P0 = 0 g, P1 = 17,5 g, P2 = 24,5 g). Untuk membandingkan setiap perlakuan, uji lebih lanjut dilakukan menggunakan uji lanjutan Duncan pada tingkat 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas dan pemberian pupuk organik eceng gondok (Eichornia crassipes (Mart), Solm) berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 30 hari setelah tanam dan 40 hari setelah tanam, jumlah cabang produktif umur 30 hari setelah tanam dan 40 hari setelah tanam, dan produksi (t ha-1). Varietas Kipas Merah (V3) lebih baik pertumbuhannya dan hasil jika dibandingkan dengan varietas Baluran (V1) dan varietas Anjasmoro (V2) dengan rata-rata produksi 3.07 ton/ha. Pemberian kompos eceng gondok dengan dosis 24.5 g/polibag memberikan pengaruh terbaik terhadap semua parameter karena mampu membuat kebutuhan hara N, P, K dalam keadaan cukup untuk pertumbuhan tanaman kedelai.
Kata kunci: adaptasi, kedelai, pupuk organik.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2019 Jurnal Agrotek Indonesia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indonesian Journal of Agrotech