Pengaruh Waktu dan Lama Penyimpanan Terhadap Viabilitas dan Vigoritas Beberapa Benih Kedelai (Glycine max L. Meriil) di Karawang

Penulis

  • Muhammad Syafii Prodi Agroteknologi Faperta Unsika

Abstrak

ABSTRACT

 

Quality seeds of superior varieties are one of the means of production that determine the productivity of soybean commodities. One limiting factor in soybean production in the tropics is the rapid decline of seeds during storage to reduce the supply of high-quality seeds. This encourages the need for efforts to improve the soybean seed handling system. The study aimed to determine the effect of storage time and duration on the viability and vigority of some soybean seeds (Glycine max L. Meriil), which had been carried out at The experimental Garden, Faculty of Agriculture Unsika Karawang from December 2017 to February 2018. The experiment used a Randomized Block Design (RCBD) Factorial with 4 replications. The experiment consisted of 2 factors, namely storage time (P0 = 0 months; P1 = 1 month; P2 = 3 months and P3 = 6 months) and soybean varieties (V1 = Anjasmoro varieties and V2 = Grobogan). The results showed that there were no significant effects between storage time in the parameters of normal sprouts, abnormal sprouts, hard seeds and dead seeds at 7 days and 14 days after treatment, the 0 month storage time showed the best results compared to the storage time of 1 month, 3 months, 6 months at the highest normal sprout presentation of 72 , 85% at 7 hst and at 14 hst the highest normal sprouts were 92.85%, but not significantly different from the other treatments.The treatment of 0 months storage time also showed the parameters of the highest plant height reaching 28 hst reaching 193.50 cm, the highest number of leaves 144 strands, highest stem diameter 2.61 cm, wet weight 132.5 gr, wet root weight 16.5 gr, dry weight of plant 27 gr, and highest dry root weight reached 9.5 gr.

 

Keywords: soybean seeds, duration storage, anjasmoro and grobogan, viability, vigority

 

 

ABSTRAK

 

Benih bermutu varietas unggul merupakan salah satu sarana produksi yang menentukan produktivitas komoditas kedelai. Salah satu faktor pembatas produksi kedelai di daerah tropis adalah cepatnya kemunduran benih selama penyimpanan hingga mengurangi penyediaan benih berkualitas tinggi. Hal ini yang mendorong diperlukannya upaya untuk memperbaiki sistem penanganan benih kedelai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan lama penyimpanan terhadap viabilitas dan vigoritas beberapa benih kedelai (Glycine max L. Meriil), telah dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unsika, Teluk Jambe Timur Karawang dari bulan Desember 2017 sampai Februari 2018. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 4 ulangan. Percobaan terdiri dari 2 faktor yaitu waktu penyimpanan (P0= 0 bulan; P1= 1 bulan; P2= 3 bulan dan P3=6 bulan) dan varietas kedelai (V1=varietas Anjasmoro dan V2= Grobogan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tidak nyata antara waktu penyimpanan pada parameter kecambah normal, kecambah abnormal, benih keras dan benih mati pada saat 7 hst dan 14 hst. Perlakuan waktu penyimpanan 0 bulan menunjukkan hasil terbaik disbanding waktu penyimpanan 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan pada presentasi kecambah normal tertinggi sebesar 72,85 % pada 7 hst dan saat 14 hst diperoleh kecambah normal tertinggi 92, 85%, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainya. Perlakuan waktu penyimpanan 0 bulan juga menunjukkan parameter tinggi tanaman tertinggi mencapai pada umur 28 hst mencapai 193.50 cm, jumlah daun terbanyak 144 helai, diameter batang tertinggi 2.61 cm, berat basah 132.5 gr, berat akar basah 16.5 gr, berat kering tanaman 27 gr,  dan berat akar kering tertinggi mencapai 9.5 gr.

 

Kata kunci: benih kedelai, waktu penyimpanan, anjasmoro dan grobogan, viabilitas, vigoritas

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Agrawal, R. L. 1980. Seed Technology. Oxford and IBH Publishing Co., New Delhi –Bombay – Calcuta.

AOSA. 1993. Seed Vigor Testing Handbook no. 32 to the handbook on seed testing. Association of Official Seed Anlysts,. USE

Badan Pusat Statistik (BPS). 2017. Produksi Kadelai https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis

Cahyono, B. 2007. Kacang Kadelai: Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius Yogyakarta. 129 pp.

Copeland. L.O. and M.B. Mc. Donald. 1985. Principles of Seed Science And Technology.Burgess Publishing Company, New York.

Chai, J., R Ma, L. Li, Y. Du. 2002. Optimum Moisture Contents of Seed Agricultural Physics, Physiological, and Biochemical.Institut Hebey Academy of Agricultural andForestry Sciences, Shijiazhuang, China.

Danapriatna, Nana. 2007. Pengaruh Penyimpanan Terhadap Viabilitas Benih

Kedelai. Paradigma 8: 178-187.

Damanhuri. T.S. Sudikno dan P. Yudono. 1993. Penurunan Kualitas Fisiologis dan Kimiawi Benih Kedelai dalam Penyimpanan. BPPS – UGM 6 (3B): 297-307.

Harnowo, D., Fathan Muhajir, M. Muchlis Adie, dan Soleh Solahudin. 1992. PengaruhCekaman Kekeringan Terhadap Hasil dan Mutu Kedelai. Risalah Seminar HasilPenelitian Tanaman Pangan, Balittan Malang.

Harrington, J.F. 1973. Biochemical basis of seed longevity. Seed Science and Technology. (1):453 – 461.

Harrington, J.F. 1972. Seed storage and longevity. Dalam: Kozlowski T.T, editor. Seed biology, Vol III. New York (US): Acad Press

Justice, O. L. And L. N. Bass. 1990. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Terjemahan Renie-Rusly. CV. Rajawali, Jakarta.

Krisnawati, A., S. Purwanti, dan R. Rabaniyah, 2003. Pengaruh Suhu Ruang Simpan terhadapViabilitas Benih Kedelai Hitam dan Kuning : Peningkatan Produksi Kacang-Kacangandan Umbi-Ubian Mendukung Kemandirian Pangan. Pusat Penelitian danPengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

Kartono. 2004. yang Berbeda. Buletin Teknik Penyimpanan Benih Kedelai Varietas Wilis Pada Kadar Air Dan SuhuPenyimpanan Teknik Pertanian 9: 79-82.

Lita Sutopo. 1998. ”Teknologi Benih”. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Matjik, N.A. dan M. Sumertajaya.2006. Perancanagan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab.IPB Press.

Rinaldi.2002. Pengaruh Metoda Penyimpanan Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai.Jurnal Agronomi 8: 95-98.

Sadjad, S. 1980. Panduan Pembinaan Mutu Benih Tanaman Kehutanan Di Indonesia. Proyek Pusat Pembinaan Kehutanan Direktorat Reboisasi Dan Rehabilitasi. Ditjen Kehutanan-IPB.1994. Kuantitatif Metabolisme Benih. Grasindo. Jakarta.

Sutopo, L. 2004. Teknologi Benih (EdisiRrevisi). Raja Grapindo Persada. Jakarta.

Singh, J.N. and Setia, R.K. 1974. The Germination of Different Qualities of Soybean Seeds Under Varying Storage Conditions. Bulletin of Grain Technology 12: 3-10.

Salisbury, F. B. dan Ross, C. W., 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. ITB, Bandung.

.

.Tatipata, Aurellia. 2008. Pengaruh Kadar Air Awal, Kemasan, dan Lama Simpan TerhadapProtein Membrane Dalam Mitokondria Benih Kedelai. Buletin Agronomi 36: 8-16.

Viera, R.D., D.M. Tekrony, D.B. Egli, and M. Rucker. 2001. Electrical Conductivity Of Soybean Seeds After Storage In Several Environments. Seed Science and Technology 29:599-608.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-06

Cara Mengutip

Syafii, M. (2026). Pengaruh Waktu dan Lama Penyimpanan Terhadap Viabilitas dan Vigoritas Beberapa Benih Kedelai (Glycine max L. Meriil) di Karawang. Jurnal Agrotek Indonesia, 4(2). Diambil dari https://journal-faperta.unsika.ac.id/index.php/agrotek/article/view/1900