Neomarica longifolia Neomarica longifolia, GULMA DENGAN BANYAK MANFAAT: MEREDUKSI KEBERADAAN LOGAM DAN DETERGEN DALAM LIMBAH RUMAH TANGGA

Penulis

  • Siti Diana Fathia Politeknik Agroindustri
  • Jupebi Purnomo Willianto Politeknik Agroindustri
  • Dafit Afriantoro Saputra Politeknik Agroindustri

DOI:

https://doi.org/10.33661/jai.v11i1.13608

Kata Kunci:

Iris Flower, Weeds, COD, BOD, Hazardous Waste, Phytoremediation

Abstrak

Gulma menjadi penghambat produktivitas para petani saat ini. Keberadaannya dianggap sebagai tanaman pengganggu dan layak untuk di buang. Salah satu gulma dengan jumlah yang mudah untuk memperbanyak diri adalah Neomarica longifolia (Bunga Iris). Bunga Iris banyak tumbuh di lahan yang lebih cenderung kering dan tahan terhadap cuaca panas. Walaupun Bunga Iris bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias pada kebun rumah tangga. Terkadang keberadaannya masih dianggap sebagai gulma dikarenakan perkembangbiakanya begitu cepat dan habitatnya yang bisa hidup baik di darat maupun di air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan fitoremediasi dari bunga iris untuk limbah yang berasala dari limbah rumah tangga. Limbah yang diambil berasal dari pemukiman warga yang tinggal dekat dengan pabrik. Fitoremediasi memiliki keunggulan dibandingkan teknik pengelolaan limbah lainya diantaranya efesiensi waktu, ramah lingkungan, dan lebih mudah dilakukan. Metode Penelitian menggunakan Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan blok acak dengan 2 perlakuan, yaitu konsentrasi limbah rumah tangga,menghitung Nilai BOD dan COD (0%, 50%, dan 100%). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan limbah rumah tangga memiliki kandungan COD, BOD dan logam awal lebih dari kadar mutu Lingkungan yang telah ditentukan. Dengan perlakuan selama 2 Bulan Berturut turut pada limbah rumah tangga yang telah di beri POC sebesar 15 mL dalam 5 Liter air dengan 3 kali Ulangan. Neomarica longifolia berpengaruh dalam mereduksi keberadaan COD, BOD dan MBAS dalam media air limbah rumah tangga, serta mampu mengakumulasi logam Fe, Sulfur, Pb dan Posfor. Dibuktikan dengan adanya akumulasi logam dari hasil analisis AAS.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Andrini N. 2023. Karakteristik Dan Perawatan Kulit Orang Asia. Pandu Husada Jurnal. 4[3]. 14-23

Alaribe FO, dan Agamuthu P. 2015. Assessment of phytoremediation potensial of Lantana camara in Pb impacted soil with organic waste additives. Ecol Eng Journal. 83(1):513–520

Al Qohar AQ, dan Rahmayanti A. 2024. Efektivitas Fitoremediasi Limbah Pabrik Kerupuk Menggunakan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dan Kayu Apu (Pistia Stratiotes) dalam Menurunkan BOD dan COD. Nusantara Technology and Engineering Review. 2[1]: 14-20.

Astrini Y, Yuniati R, dan Salamah A. 2014. Analisis pengaruh pemberian logam berat (Pb, Cd, Cu) terhadap pertumbuhan Melastoma malabathricum L. FMIPA. (2014): 2-14

Fathia SD, Hamim, dan Triadiati. 2019. Morpho-physiological analysis of aquatic plants for phytoremediation of wastewater from gold mine wastewater treatment installation (IPAL). Earth and Environmental Science Journal. 7(1) 2019

Ferdhiani AA, Lestari S, dan Proklamaningsih E. 2015. Aktivitas enzim peroksidase dan kadar klorofil pada daun angsana (Pterocarpus indicus) sebagai peneduh jalan yang terpapar timbal. Biosfera. 32(2):126 -133

Ferdian, F., Hindarti, D., dan Permana, R. (2020). Cadmium effects on growth and photosynthetic pigment content of Chaetoceros gracilis. World Scientific News, 145, 245-255

Hakim AR. 2024. The Effectiveness Test Of Reducing Bod & Cod Levels Of Domestic Waste by Phytoremediation Method using Kayu Apu Plants. Jurnal Teknologi lingkungan. 2[1]: 38-44

Hamim H, Hilmi M, Pranowo D, Saprudin D, dan Setyaningsih L. 2017. Morpho-physiological changes of biodesel producer plants Reutalis trisperma (Blanco) in respons to gold mining wastewater. Pak j.Biol Sci. 20:423–435.

Hilmi M, Hamim H, Sulistiyaningsih Y, dan Taufikurrahman. 2018. Growth, histochemical and physiological responses of non-edible oil producing plant (Reutealis trisperma) to gold mine Limbah cairs. Biodiversitas. 19(4): 1294–1302

Indriyani A, Polii BJV, dan Ogie T. 2021. Potential Leaces of Trembesi (Albiznia, Saman) As Bioaccumulator for Heavy Metal (Pb) in Manado City. Jurnal Agroteknologi Terapan. 2 [2]: 21-31.

Kilian A, Widodo S, dan Jafar N. 2018. Analisis Karakteristik Limbah Pengolahan Emas dan Potensi Pemicu Air Asam Tambang pada Pertambangan Rakyat Kelurahan Poboya Kab. Donggala Prov. Sulawesi Tengah. Jurnal Geomine. 6(2): 49-53

Praptinasari S. 2016. Akumulasi timbal dan kadmium pada tiga jenis tumbuhan yang terpapar debu semen di Cileungsi, Bogor. [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Permen LHK. 2016. Permen LHK No. 68 Th. 2016. Baku Mutu Air Limbah Domestik. Lamp.1Nilai Ambang Batas COD.BOD. Jakarta

Malik RA, Surakusumah W, dan Koosbandiah SH.

2016. Potensi Tanaman Air Sebagai Fitoakumulator Logam Kromium Dalam Limbah Cair TekstiL. Jurnal Riset Pencegahan Pencemaran Industri.7(1):47-55

Oktaria N, Hanifah TA, dan Sofia A. 2015. Analisis kandungan logam merkuri, kadmium, timbal dan sianida pada aliran sungai Indragiri, Kabupaten Indragiri Hulu. Jom Fmipa Jurnal. 2(2):83-90.

Permana R dan Andhikawati A. 2022. Metallotionein pada tanaman akuatik dan peranannya dalam Akumulasi logam berat. Jurnal Akuatek. 3(1): 1-8

Quinet M, Vromman D, Clippe A, Bertin P, Lequeux H, Dufey I, Lutts S, dan Lefevre I. 2012. Combined transcriptomic and physiological approaches reveal strong differences between short- and long-term response of rice (Oryza sativa) to iron toxicity. Plant Cell Environ. 35(10): 1837-

1859.

Rohmi HTM, Prayogo MS, Afifah IN, dan Isnaini UNF. 2025. Memahami Fotosintesis pada Tumbuhan: Kajian Mekanisme dan Faktor Faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar. 10(03): 452-458

Rosidah S, Anggraito YU, dan Pukan KK. 2014. Uji toleransitanamantembakau (Nicotiana tabacum l.) terhadapcekamankadmium (Cd), timbal (Pb), dan tembaga (Cu) pada kultur cair.J mipa. 37 (1): 7–15.

Safarrida A, Ngadiman, dan Widada J. 2015. Fitoremediasi kandungan kromium (Cr) pada limbah cair menggunakan tanaman air. J Biotek Biosains Indones. 2(2):55-59.

Srivastava S, Sounderajan S, Udas A, Suprasanna

P. 2014. Effect of combinations aquatic plant (Hydrilla, Ceratophyllum, Lemna Minor, Wolffia) on arsenic removal in field conditions. Ecol Eng Journal. 73(1):297–301.

Takahashi, H. (2024). Adaptive modifications in plant sulfur metabolism over evolutionary time. Journal of Experimental Botany, 75(16), 4697– 4711

Yulianto, S., dan Fitriani, S. (2020). Efektivitas Tanaman Iris (Neomarica longifolia) dalam Menyerap Limbah Cair Rumah Tangga. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(1), 45-52.

Wang Y, Ding M, Gu X, Wang J, Pang Y, Gao L, dan Xia T. 2013. Analysis of interfering subtances in the measurement of malondialdehide content in plant. American J of Biochem and Biotech. 9(3):235–242.

Widyastuti, Suprayitno. 2023. Potensi Bambu Air Sebagai Tanaman Hiperakumulator Logam Berat Zn Pada Leachate Menggunakan Metode Fitoremediasi. Jurnal Green House. 2(1). 32-37.

Xu, Z. (2024). Catalysts for sulfur: understanding the intricacies of enzymes orchestrating plant sulfur anabolism. Planta. 24(4).75-9.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31

Cara Mengutip

Fathia, S. D., Purnomo Willianto, J., & Afriantoro Saputra, D. (2026). Neomarica longifolia Neomarica longifolia, GULMA DENGAN BANYAK MANFAAT: MEREDUKSI KEBERADAAN LOGAM DAN DETERGEN DALAM LIMBAH RUMAH TANGGA. Jurnal Agrotek Indonesia, 11(1), 1–9. https://doi.org/10.33661/jai.v11i1.13608