Sinergi Subsidi Pupuk dan Penyuluhan Pertanian Terhadap Produktivitas Padi Sawah di Kelurahan Panorama Kota Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.35706/agrimanex.v6i2.13614Kata Kunci:
Produktivitas padi, penyuluhan pertanian, sinergi kebijakan, subsidi pupukAbstrak
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji pengaruh subsidi pupuk, penyuluhan pertanian, serta interaksi keduanya terhadap produktivitas padi sawah di Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan metode simple random sampling terhadap petani padi sawah sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur berbasis kuesioner, yang kemudian diperkaya dengan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel secara simultan maupun parsial. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial subsidi pupuk dan penyuluhan pertanian belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas padi sawah. Demikian pula, variabel interaksi yang merepresentasikan sinergi antara subsidi pupuk dan penyuluhan pertanian tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara individual. Namun, ketika diuji secara simultan, ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh terhadap produktivitas. Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas subsidi pupuk dan penyuluhan pertanian lebih terlihat ketika keduanya dipahami sebagai bagian dari suatu sistem yang terintegrasi, bukan sebagai faktor yang berdiri sendiri. Temuan ini memperlihatkan bahwa peningkatan produktivitas padi sawah tidak semata-mata ditentukan oleh keberadaan subsidi pupuk dan intensitas penyuluhan pertanian. Berbagai faktor lain turut berkontribusi, seperti kondisi agroekosistem, kualitas lahan dan benih, ketersediaan dan pengelolaan irigasi, kecukupan tenaga kerja, akses terhadap permodalan, serta kemampuan manajemen usaha tani. Oleh karena itu, upaya peningkatan produktivitas memerlukan pendekatan kebijakan yang bersifat komprehensif, adaptif terhadap kondisi lokal, serta berorientasi pada keberlanjutan, sehingga intervensi yang dilakukan dapat memberikan dampak yang lebih optimal bagi petani.
Unduhan
Referensi
Anwar, S., & Pranowo, D. (2021). Pengaruh penyuluhan pertanian terhadap adopsi inovasi teknologi padi sawah di Indonesia. Jurnal Penyuluhan, 17(2), 145–156.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. (2023). Laporan kinerja BPPSDMP tahun 2023. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu. (2024). Kota Bengkulu dalam angka 2024. Bengkulu: BPS Kota Bengkulu.
Badan Pusat Statistik. (2010). Statistik Indonesia 2010. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2016). Luas lahan sawah menurut provinsi di Indonesia tahun 2016. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Indonesia 2023. Jakarta: BPS.
FAO. (2021). The state of food security and nutrition in the world 2021. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). McGraw-Hill.
Islam, M. S., Sarker, K. K., Ghosh, A. K., Goswami, S. B., Hossain, M. I., Ghosh, D. C., ... & Rahman, M. M. (2022). Farmers’ fertilizer use gaps relative to government recommendations in the saline coastal zone of the Ganges Delta. Agronomy for Sustainable Development, 42(4), 59
Kasanga, C. A., & Tsiboe, F. (2021). Assessing the impact of fertilizer subsidy programs on maize productivity in Ghana. Sustainability, 13(15), 8242. https://doi.org/10.3390/su13158242
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. (2022). Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020–2024 bidang ketahanan pangan. Bappenas.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. (2022). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Jakarta: Bappenas.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Rencana strategis Kementerian Pertanian Tahun 2020–2024 (Revisi). Kementerian Pertanian RI.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Statistik prasarana dan sarana pertanian 2023. Kementerian Pertanian RI.
Pedoman Bengkulu. (2016). Gubernur: Produktivitas padi Bengkulu masih rendah.
Pedoman Bengkulu. (2023). Sinergi adalah bentuk kolaborasi: Pengertian, jenis, dan contohnya.
Pedoman Bengkulu. (2024). Bengkulu mendapat alokasi pupuk subsidi 81 ribu ton tahun 2025.
Pedoman Bengkulu. (2024, September 11). Tahun 2025, PPL Bengkulu akan ditangani instansi vertikal, Gubernur Rohidin pastikan dapat fasilitas motor baru.
Pratiwi, F. S. (2023). Konsumsi beras di Indonesia meningkat pada 2022. Data Indonesia.
Ragasa & Mazunda (2018) — The impact of agricultural extension services in the context of a heavily subsidized input system
Rahman, A., & Fitriani, L. (2022). Peran penyuluhan pertanian dalam meningkatkan kapasitas petani padi di wilayah pesisir. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 18(3), 201–213.
Saliem, H. P., & Ariani, M. (2016). Ketahanan pangan dan implikasinya terhadap kebijakan pembangunan pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 34(2), 123–135.
Sari, M., & Hidayat, T. (2020). Faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas padi sawah di Provinsi Bengkulu. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(1), 55–66.
Soekartawi. (2002). Teori ekonomi produksi dengan pokok bahasan analisis fungsi Cobb-Douglas. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Wooldridge, J. M. (2013). Introductory econometrics: A modern approach (5th ed.). South-Western Cengage Learning.
Zulfa et al. (2025) — Assessing the Impact of Reduced Subsidized Fertilizer Usage on Agricultural Productivity in Aceh Province, Indonesia





