Kelayakan Usaha Pada Bumbu Jadi ‘Boemboe Mandhe’ di Nagari Lima Kaum Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar
Kata Kunci:
bumbu, kelayakan, rempah rempah, suku minangAbstrak
Salah satu usaha yang bergerak di bidang bumbu masak instan di Kabupaten Tanah Datar adalah Boemboe Mandhe. Perusahaan ini mendukung pengembangan bumbu masak dengan cita rasa suku Minang yang digandrungi oleh masyarakat. Dalam perkembangannya, bisnis ini menghadapi beberapa kendala, antara lain harga bahan baku yang berfluktuasi dan kurangnya detail dalam menyusun arus kas. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan profil bisnis yang meliputi ikhtisar bisnis, aspek operasional, aspek pemasaran, dan aspek keuangan serta untuk mengetahui keuntungan dan titik impas bisnis. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan variabel biaya digunakan untuk menghitung keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bisnis Boemboe Mandhe telah berdiri selama delapan tahun. Dari sisi pemasaran, produk didistribusikan melalui dua saluran, yaitu penjualan langsung ke konsumen dan penjualan tidak langsung melalui reseller. Analisis laba menunjukkan bahwa Boemboe Mandhe memperoleh keuntungan dari bumbu rendang sebesar Rp 2.750.317 dengan rasio R/C 1,36, dan dari bumbu soto padang sebesar Rp 2.663.603 dengan rasio R/C sebesar 1,50. Kedua bumbu instan dalam bisnis memiliki nilai R/C lebih besar dari 1, yang berarti menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Titik impas bumbu rendang adalah 85 bungkus (300 g) dengan impas penjualan Rp 2.299.993, dan titik impas bumbu soto padang adalah 71 bungkus (300 g) dengan impas Rp 1.905.580. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis Boemboe Mandhe telah beroperasi di atas titik impas dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut.
Unduhan
Referensi
Arwati, S. (2018). Pengantar Ilmu Pertanian Berkelanjutan. CV Inti Mediatama.
Juwita, A., Dwi Sayekti, W., Indriyani Jurusan Agribisnis, Y., Pertanian, F., Lampung, U., & Soemantri Brojonegoro No, J. (2015). Sikap Dan Pola Pembelian Bumbu Instan Kemasan Oleh Konsumen Rumah Tangga di Bandar Lampung. Dalam Jiia .3(3).
Food and Agriculture Organization (FAO). 2024. FAOSTAT. Diunduh dari http://www.fao.org/faostat/en/#data/QC. Diakses pada tanggal 12 Desember 2024.
Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, & Paulus, Y. E. F. (2000). Pengantar Bisnis. Pt Gramedia Pustaka Utama.
Kasmir, Jakfar. (2012). Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Revisi. Kencana
Kasmir. (2021). Analisis Laporan Keuangan. Edisi Revisi. Raja Grafindo Persada
Kotler, P., Armstrong, G. (2018). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi 12. Jilid 1. Terjemahan Bob Sabran. Erlangga.
Nazir. (2009). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.
Rohman, A. (2017). Dasar-Dasar Manajemen. Intelegensia Media.
Soekartawi. (2001). Pengantar Agroindustri (1 Ed.). Fajar Interpratama Offset.
Supriadi. (2009). Analisis Usaha Itik. PT Gramedia Utama.
Syofya, H., Rahayu, S., Sakti, S., & Kerinci, A. (2018). Peran Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia (Analisis Input-Output). Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 9(3).





